Sekolah Pilot di Filipina

Di antara ratusan siswa-siswa sekolah pilot yang berasal dari Indonesia, sekitar 15-20% dari siswa tersebut memutuskan untuk melanjutkan pendidikan untuk menjadi penerbang di Filipina. Tentunya, ada berbagai keuntungan yang dapat diperoleh oleh siswa sehingga mereka (siswa dan orang tua) sepakat untuk menempuh sekolah penerbang di negara lain.

Berikut ada 5 keunggulan bersekolah pilot di Filipina:

  • Durasi pendidikan lebih singkat.
    Sekolah pilot di Filipina untuk paket PPL-CPL-IR dan paket PPL-CPL-IR-MER umumnya dapat diselesaikan dalam waktu 1 tahun (bandingkan dengan rata-rata sekolah di Indonesia yang berkisar 1,5-2 tahun). Faktor utama yang mampu mempercepat durasi pendidikan adalah jumlah bandara latih yang banyak, bahkan ada yang memiliki bandara pribadi. Dengan demikian, siswa berkesempatan memiliki jadwal latihan lebih padat sehingga jam terbang minimal dapat terpenuhi dengan cepat.
  • Biaya pendidikan lebih murah.
    Bisa dikatakan hal ini merupakan keunggulan yang menjadi alasan utama banyak orang memutuskan untuk sekolah penerbang di Filipina. Selain durasi lebih cepat, biayanya pun lebih murah. Hal ini disebabkan oleh perbedaan peraturan pajak barang asing yang diterapkan di Indonesia dan Filipina. Seperti yang kita ketahui, komponen untuk maintenance pesawat, umumnya diimpor dari Amerika Serikat & pesawat harus di-maintain secara reguler. Selain di Filipina, negara lain yang membebaskan pajak untuk barang impor adalah New Zealand juga juga menjadi negara tujuan favorit untuk calon pilot dari Indonesia.
  • Kemampuan bahasa Inggris meningkat.
    Seorang pilot wajib memiliki kemampuan berbahasa Inggris oral dan written yang baik. Seperti yang kita ketahui, dalam dunia penerbangan, walaupun untuk rute domestik, semua komunikasi dari pilot ke ATC & dari cabin ke cabin crew dilakukan menggunakan bahasa Inggris. Untuk dapat menerbangkan pesawat ketika kerja kelak, Anda wajib lulus ICAO English test level 4 yang perlu diperpanjang selama Anda aktif bekerja.
    Sekolah dan tinggal di Filipina, mau tidak mau Anda ‘dipaksa’ untuk berkomunikasi dengan teman (dari negara asing), instruktur, dan penduduk lokal dalam bahasa Inggris. Di Filipina, bahasa Inggris telah menjadi bahasa komunikasi sehari-hari antar penduduk dengan orang-orang bukan Filipino.
  • Jam terbang riil lebih banyak.
    Keterampilan dalam menerbangkan pesawat dalam berbagai situasi merupakan kunci sukses lulusan-lulusan pilot ab initio untuk dapat bersaing saat prores perekrutan pilot baru oleh maskapai. Rata-rata, sekolah pilot di Filipina memberikan 180 jam terbang riil untuk program PPL-CPL-IR dan 190 jam terbang riil untuk program PPL-CPL-IR-MER (di Indonesia rata-rata hanya 150-160 jam).
    Semakin banyaknya jam terbang riil yang diperoleh siswa, semakin terampil mereka dalam menerbangkan pesawat. Selain itu, umumnya bandara-bandara latihan terbang di Filipina dekat dengan area pantai sehingga membantu meningkatkan kemampuan handling siswa terhadap angin.
  • Bandara latih terbang bervariasi.
    Sebagai negara bekas jajahan Amerika Serikat dan negara kepulauan, Filipina memiliki banyak bandara ‘bekas’ berstandar baik yang tidak aktif digunakan untuk penerbangan komersil. Bandara-bandara ini yang kerap digunakan sebagai tempat latih siswa-siswa calon pilot. Khusus Anda yang bersekolah di Cebu, Anda berkesempatan untuk melakukan latihan terbang di puluhan bandara di pulau-pulau kecil di sekitar Cebu, menarik bukan?

 

Silakan cek 5 sekolah pilihan yang terpercaya di Filipina, di antara 40-an sekolah yang tersedia. Jangan sampai salah pilih karena alih-alih mendapatkan keuntungan yang sudah disebutkan di atas, Anda justru harus rugi dana dan waktu.

  1. All Asia Aviation Academy (AAA Academy) – Iba Airport
  2. APG – Subic Airport
  3. Airworks – Cebu International Airport (commercial)
  4. Cheynair – Cebu International Airport (commercial)
  5. Royhle – Sibulan Airport (commercial)